Laporan Keuangan

Aug 8th, 2011 | Filed under Artikel

Jika kita menelusuri bentuk laporan dari berbagai perusahaan, maka kita akan temukan pula berbagai macam bentuk laporan. Laporan tersebut dapat kita golongkan ke dalam 2 kelompok, yaitu laporan operasional dan laporan keuangan. Laporan operasional digunakan untuk mengawasi setiap aktivitas perusahaan dan di print-out langsung oleh bagian atau divisi terkait dengan aktivitas tersebut serta laporan operasional yang sering tidak dilengkapi dengan satuan nilai mata uang. Namun tidak berarti laporan operasional tidak memerlukan satuan nilai mata uang tersebut. Bentuk laporan operasional sangat tergantung pada jenis operasional perusahaan dengan kecenderungan pengukuran menggunakan satuan volume. Laporan keuangan adalah laporan yang menyangkut dengan asset perusahaan dan perubahannya. Laporan keuangan mempunyai bentuk standar dan aturan, prosedur yang harus dipenuhi dan dibuat oleh bagian akuntansi.

Laporan akuntansi utama adalah Neraca (Balanced), Laporan Rugi Laba (Income Statement) dan Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 Revisi 1998, pada paragraf 07:

Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

a)      Neraca,

b)     Laporan laba-rugi,

c)      Laporan perubahan ekuitas,

d)     Laporan arus kas,

 

Neraca (Balanced)

Yaitu laporan yang secara sistematis menggambarkan posisi keuangan dan suatu perusahaan meliputi harta (assets), hutang (liabilities) dan modal (capital). Bentuk neraca harus memenuhi persamaan akuntansi dan umumnya berbentuk

1)     Skontro / Horizontal

Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakkan disebelah kiri sedangkan passiva (liabilities+modal) diletakkan disebelah kanan.

 

2)     Report Form / Laporan

Dalam bentuk ini aktiva (harta) diletakkan disebelah atas sedangkan passiva (liabilities+modal) diletakkan disebelah bawah.

 

3)     Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)

Yaitu laporan yang menggambarkan akibat adanya selisih perhasilan dengan biaya dan unsur lainnya, misalnya tambahan investasi (additional investment) atau pengambilan (withdrawals).

Neraca umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi (akhir tahun) dan akhir periode (bulanan) dan dalam sistem akuntansi komputer neraca dapat disusun setiap saat bila diperlukan dan metode akuntansi perpetual memungkinkan neraca dapat divisualisasikan setiap saat.

Laporan Rugi Laba (Income Statement)

Yaitu laporan sistematis yang menggambarkan selisih penghasilan (reveneus) dengan biaya (expenses).

 

Analisa Transaksi

Analisa Laporan Keuangan

Analisa Rugi Laba

Analisa Neraca